Minggu, 16 Oktober 2016

Review “Sistem Parkir Cerdas”


Review “Sistem Parkir Cerdas”.

1. Diambil dari sebuah jurnal dengan judul :
“Sistem Parkir Cerdas / Smart Parking System”
Mahrus Sabang 1, Rhiza S. Sadjad 2, Merna Baharuddin 2.
1)      Jurusan Teknik Informatika, STMIK Lammappapoleonro Soppeng
2)      Jurusan Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin.
Alamat Korespondensi:
Mahrus Sabang, S.Kom
Teknik Informatika
STMIK Lamappapoleonro
Soppeng, Sulawesi Selatan.
HP: 08124162065
Untuk download link : disini

2. Abstrak
            Penelitian ini bertujuan merancang suatu alat mikrokontroler yang dapat menginformasikan dan mengarahkan pengendara mobil ke area parkir yang kosong. Lahan parkir yang dijadikan sebagai objek penelitian terdiri dari beberapa lantai dengan kapasitas beberapa kendaraan pada setiap lantainya, namun penelitian ini hanya memilih beberapa lantai sebagai sampel. Sistem informasi parkir ini menggunakan metode perancangan sistem. Pada perancangan ini memiliki beberapa bagian umum, yaitu sensor LDR, laser pointer, Arduino Uno, mikrokontroler ATMega328, PC/laptop dan LCD (Liquid Cristal Display). Sensor LDR akan mendeteksi adanya kendaraan dan selanjutnya akan memberi sinyal ada atau tidak ada penghalang. Sedangkan yang mengatur cahaya dari LDR adalah laser pointer. Mikrokontroler ATMega328 yang tertanam pada Aduino berfungsi sebagai tempat pemrosesan data dari sensor LDR selanjutnya akan ditampilkan pada LCD.Hasil penelitian menunjukkan bahwa LCD (Liquid Cristal Display) akan menampilkan beberapa lahan parkir yang sudah terisi dan beberapa lagi lahan parkir yang kosong. LCD akan menampilkan di lantai mana hal tersebut terjadi. Pada miniatur sistem parkir ini menggunakan bahasa pemrograman bahasa C yang sudah tertanam dalam Arduino dan menggunakan juga bahasa pemrograman Borland Delphi. 7 yang berfungsi sebagai interface.

Kata Kunci: Parkir, Mikrokontroller ATMega, Arduino Uno, Sensor LDR, LCD

3. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi dalam bidang transportasi yang dapat kita temukan salah satunya adalah sistem pelayanan parkir. Pada jaman yang sudah canggih seperti saat ini perparkiran dalam suatu gedung hampir semuanya sudah mulai menggunakan sistem komputerisasi dalam pengoperasiannya, tetapi terkadang para pengguna parkir masih saja terkendala atau kesulitan dalam menemukan tempat parkir yang kosong para pengguna parkir harus mengelilingi dahulu area parkir sehingga menyebabkan kurang efisien dan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat memparkirkan kendaraannya.
Proses pelayanan perparkiran seperti itu dapat diupgrade atau digantikan dengan sebuah sistem yang jauh lebih canggih dan modern atau yang biasa disebut dengan sistem otomatis, dan tentunya ini akan sangat menguntungkan untuk para pengguna parkir serta pastinya akan juga menguntungkan untuk para pengelola penyedia jasa pelayanan perparkiran. Dengan adanya hal tersebut maka peneliti merasa harus membuat suatu alat kendali sistem parkir cerdas yang lebih modern (otomatis sistem) dengan menggunakan mikrokontroller. Komponen yang digunakan untuk membuat alat kendali sistem parkir ini banyak terdapat dipasaran. Sebagian besar komponen berasal dari bahan semi konduktor. Rangkaian yang digunakan meliputi beberapa sensor LDR, Mikrokontroller ATMega, Arduino, laser pointer, LCD monitor.

B. Rumusan Masalah
1. Pada jaman yang modernisasi seperti ini keefisiensian sangatlah diperlukan untuk mempermudah dan mempercepat segala sesuatu.
2. Pelayanan perparkiran dengan sistem komputerisasi yang masih terlihat konvensional dan manual.

C. Tujuan
1. Menciptakan suatu pelayanan perparkiran yang jauh lebih canggih dan modern tentunya dengan sistem parkir yang otomatis.
2. Mengurangi penumpukan antrian kendaraan yang hendak mencari tempat parkir, karena dengan sistem otomatis parkir ini yang menggunakan mikrokontroller dapat membuat para pengguna parkir merasakan jauh lebih efisien dan membutuhkan waktu yang singkat untuk memparkirkan kendaraannya.

4. Ringkasan Jurnal
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk merancang dan menciptakan sebuah alat mikrokontroller yang berfungsi untuk menginformasikan dan mengarahkan pengendara mobil untuk menemukan area parkir yang kosong atau sudah terisi, sehingga pengguna parkir saat memarkirkan kendaraannya tidak perlu membutuhkan waktu yang lama lebih efisien dan tentunya tidak akan ada lagi penumpukan antrian kendaraan.

5. Tinjauan Pustaka
Lahan parkir yang dijadikan sebagai objek penelitian terdiri dari beberapa lantai dengan kapasitas beberapa kendaraan pada setiap lantainya, namun penelitian ini hanya memilih beberapa lantai sebagai sampel. Dalam sistem parkir cerdas ini menggunakan sebuah metode perancangan sistem. Pada perancangan sistem ini memiliki beberapa bagian umum, yaitu sensor LDR, laser pointer, Arduino Uno, mikrokontroler ATMega328, PC/laptop dan LCD (Liquid Cristal Display).
Pembuat penelitian ini memberikan nama untuk penelitian ini dengan judul “sistem parkir cerdas” dengan tujuan merancang sebuah pelayanan sistem otomatis perparkiran yang lebih modern dan berfungsi mengurangi penumpukan antrian saat pengguna kendaraan mencari area parkir yang kosong atau sudah terisi, jadi pelayanan perparkiran seperti ini dapat lebih efisien dan menguntungkan banyak orang khususnya para pengguna parkir dan pengelola jasa parkir.

6. Pembahasan
Pada perancangan sistem ini, meliputi beberapa tahapan diantaranya tahap diagnosis awal yaitu pada tahapan ini akan dilakukan identifikasi masalah yang ada. Seperti kendala-kendala yang dilakukan atau yang didapatkan pada saat akan memarkir kendaraan.
Tahap perancangan dan pembuatan, dimana pada tahap ini dilakukan perancangan, menyediakan seluruh komponen yang di butuhkan, selanjutnya merakit dan membuat alat, serta mengisi program-program yang di perlukan. Komponen-komponen yang perlu dipersiapkan diantaranya: PC atau Laptop, 1 modul Arduino Uno, Kabel USB, Sensor LDR, Laser pointer.
Tahapan pembuatannya dimulai dengan menyiapkan Arduino Uno versi 0023 dan Borland Delphi 7 dan komponen comport library. Kemudian membuat rangkaian group sensor menggunakan LDR sebanyak 6 unit di lengkapi dengan laser pointer. Kemudian membuat program di arduino yang berfungsi untuk membaca sensor analog dari LDR dan mengirimkan data ke computer melalui port USB, membuat program monitoring data sensor analog dari mikrokontroler ke PC dengan menggunakan Bahasa pemrograman Borland Delphi 7.
Tahap pengujian alat dilakukan dengan menguji dan mengetes alat yaitu menguji secara langsung cara kerja alat, kemudian mengumpulkan data-datanya dan menyusunnya sebagai data hasil akhir penelitian. Pengujian dilakukan dengan menghubungkan PC dengan Arduino melalui kabel USB yang sudah terhubung dengan sensor LDR. Kemudian melakukan verifikasi akurasi pembacaan data resistansi pada sensor LDR dengan membandingkan cahaya yang di berikan dengan pembacaan data analog di port input arduino. Selanjutnya yaitu tahap evaluasi. Pada tahap ini dilakukan evaluasi dan analisis secara keseluruhan hasil kerja alat dan kemudian mengambil kesimpulan dari cara kerja alat tersebut secara keseluruhan.

7. Kesimpulan
Hasil penelitian mengenai “sistem parkir cerdas” ini dapat disimpulkan bahwa dalam penerapan dan pemanfaatan Sistem Pelayanan Parkir ini dengan menggunakan Arduino yang dikontrol oleh mikrokontroller yang kemudian di tampilkan pada sebuah LCD, dapat membantu mempermudah manusa dalam hal efesiensi tenaga manusia. Dengan adanya sistem ini, maka pengguna parkir dapat dengan mudah melihat dan mengetahui area parkir yang kosong atau sudah terisi lewat monitor yang tersedia sebelum masuk di area parkir, sekaligus bisa langsung mengarahkan kendaraannya ke lokasi yang kosong. Nilai pembacaan intensitas cahaya bergantung pada jarak sensor dengan sumber cahaya, sehingga untuk implementasi di lingkungan yang berbeda perlu di lakukan kalibrasi ulang. Penggunaan sensor LDR dengan sumber cahaya yang tidak statis, tidak akan memberikan kondisi yang tepat pada tampilan visualisasi di layar monitor. Penggunaan laser yang di tembakkan langsung ke sensor LDR bisa di jadikan solusi untuk mendapatkan hasil pembacaan yang lebih akurat. Adapun harapan dari sistem ini yaitu dalam hal pengawasan dan pengontrolan lebih lanjut, dapat di pasangkan alat berupa kamera CCTV yang dapat dikontrol dan di akses lewat mobile phone melalui web browser. Untuk pengembangan sistem parkir ini, kedepannya dapat di pasangkan fasilitas yang lain yang mengacu pada sistem perparkiran yang ada di luar negeri.

8. Daftar Pustaka
Agifral, D., Muhammadi., Syahriar, Ary. Sistem Pengaturan Parkir dengan Tertib dan Aman, diakses 10 Januari 2012
Ariyus. D., Andri. R. K. R. (2008). Komunikasi Data. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Budiharto, Widodo. (2004). Interfacing Komputer dan Mikrokontroler. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Depari, G. S. (1985). Belajar Teori dan Keterampilan Elektronika. Bandung: Armico.
Hamid. (2010). Pengembangan Sistem Parkir Terkomputerisasi dengan Otomatisasi Pembiayaan dan Penggunaan RFID Sebagai Pengenal Unik Pengguna. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi. ISSN: 1907-5022
Mangkulo, H.A. (2004). Pemrograman Database Menggunakan Delphi 7.0 dengan Metode ADO, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Pressman, Roger, S. (2002). Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi (Buku Satu). Yogyakarta: Penerbit Andi.
http://www.ehow.com/how-does_4914874_how-laser-pointer-works.html, diakses 25 Mei 2012
http://arduino.cc/en/Main/ArduinoBoardUnoSMD, diakses 2 Mei 2012
http://www.sisilain.net/2010/07/pengertian-dari-lcd-monitor.html, diakses 30 Mei 2012

Minggu, 02 Oktober 2016

Interaksi Manusia dan Komputer


EX MACHINA (2015)
index.png

Director      : Alex Garland
Writers       : Alex Garland
Stars           : Alicia Vikander, Domhnall Gleeson, Oscar Isaac

Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) ialah hal ini merupakan gabungan sebuah studi yang mengaitkan manusia dengan komputer, yang bermaksud membuat komputer dapat melakukan semua hal-hal yang dilakukan oleh manusia bahkan membuat komputer dapat melakukannya jauh lebih baik dari yang dilakukan manusia. Memang sangat kerap  kecerdasan buatan diidentikkan dengan kemampuan robot yang dapat berperilaku seperti manusia. Menurut pendapat H.A. Simon Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang dalam pandangan manusia adalah cerdas. 
Hubungan Film drama barat sci-fi berjudul “Ex Machina ( 2015 )” ini sangat berkaitan dengan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) itu sendiri, didalam film tersebut menceritakan seorang programmer bernama Caleb Smith ( Domhnall Gleeson ) pada internet-search giant memenangkan sebuah kompetisi untuk menghabiskan waktu seminggu di real gunung pribadi brilian dan tertutup dengan sebuah CEO perusahaan milik Nathan Bateman ( Oscar Isaac ). Setelah tiba kedatangan, Caleb belajar bahwa Nathan telah memilihnya untuk menjadi komponen manusia dalam Turing Test pengisian dengan mengevaluasi kemampuan. Akhirnya kesadaran pada percobaan terbaru Nathan dalam integritas buatan. Lalu di sisi lain ada percobaan yang dilakukan oleh Ava ( Alicia Vikander ) lebih pada emosional integritas membuktikan lebih canggih dan lebih menipu.
Dengan semua kejadian yang terjadi dalam film tersebut dapat memberikan suatu kesimpulan yang bersifat positif dan negative. Kesimpulan positif yang dapat diambil dari film Ex Machina ini adalah kecerdasan dan kemahiran berprogram yang dilakukan oleh seorang manusia dapat dituangkannya kedalam sebuah komputer dalam bentuk manusia robot, dan manusia robot yang telah dibuat ini sungguh sangat menakjubkan karena benar-benar dapat melakukan semua hal-hal yang dilakukan manusia pada umumnya bahkan jauh lebih baik daripada manusia umumnya. Dalam film tersebut juga memberikan kesimpulan negatif atau pesan yang dapat diambil oleh penonton film ini, yaitu tidak selamanya keberhasilan kecanggihan suatu teknologi masa kini selalu berdampak positif untuk masyarakat umum atau bahkan untuk penciptanya sendiri. Terkadang dampak negatif juga dapat dihasilkan dari kecanggihan teknologi ini, hanya mungkin awalnya tidak terpikirkan dan tidak terlihat. Di film Ex Machina ini diceritakan pada akhirnya manusia robot dapat mengalahkan dan memanipulasi keadaan yang sebenarnya (keadaan real), jadi disini seperti waktu dan keadaan berbalik ibaratnya manusia robot yang menguasai diri manusia sebenarnya bukan manusia sebenarnya yang seeharusnya menguasai robot. Karena diawal sudah jelas manusia dengan kemampuan kecerdasan buatan mengimplementasikan kecerdasannya tersebut untuk menciptakan sesuatu yang dapat bermanfaat untuk dirinya dan bahkan masyarakat luas seperti manusia robot, dan sekarang justru pencipta manusia robot yang dikuasai oleh hasil ciptaanya itu sendiri (manusia robot) dapat dikatakan pada akhirnya manusia sejati dibodohi oleh sebuah komputer (manusia robot).
Yuni Sarani Aditia Sansiska
1D114041
3KA04
FIKTI-Sistem Informasi
Universitas Gunadarma